Mahasiswa Ipol UNY bahas perubahan iklim
Mahasiswa harus peka terhadap isu-isu strategis perubahan iklim.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik (Ipol), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan sosialisasi tentang penanganan perubahan iklim (climate action) di SMA Negeri 1 Sanden, Bantul, Yogyakarta.
Tujuan dari kegiatan ini tak lain untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap isu-isu perubahan iklim yang berdampakt pada aspek-aspek kehidupan. Dalam kesempatan itu, dijelaskan tentang apa itu perubahan iklim, faktor penyebabnya serta dampak yang ditimbulkan bagi kehidupan manusia.
Fokus isu yang disuarakan mahasiswa Ipol UNY kaitannya dengan penanganan sampah plastik sebagai salah satu penyumbang perubahan iklim. Plastik adalah jenis limbah sulit terurai dan memicu emisi gas rumah kaca selama proses produksi, penggunaan sampai dengan penguraiannya. Oleh karena itu, penanganan sampah plastik menjadi langkah penting mitigasi.
Fokus isu mengenai sampah plastik ini tak lain karena Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Tingginya jumlah wisatawan, khususnya ada musim libur perlu direspon dengan upaya penanganan sampah plastik yang benar.
"Jika tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk bagi lingkungan di Yogyakarta sendiri."
Para siswa diberi pengetahuan pentingnya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan. Mereka diajak mengurangi penggunaan plastik khususnya yang sekali pakai, menggantinya dengan penggunaan wadah makan dan minum sendiri kemudian mulai membiasakan memilah sampah yang mudah dan tidak mudah diurai di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini merupakan kepedulian mahasiswa Ipol UNY membangun kesadaran masyarakat terhadap isu-isu strategis, di antaranya isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan. Jadi tugas mahasiswa tidak melulu terjebak persoalan administratif.
"Dengan sosialisasi ini, kita generasi muda diajak lebih peduli terhadap lingkungan. Kepedulian itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-sehari."
(Fatimah Azzahra).