Ancaman Despotisme
Begini, despotisme mengajak kita semua kembali ke era perbudakan.
Sudah banyak kajian yang menceritakan tentang hilangnya “kelas menengah” terjadi di negara-negara berkembang, sehingga sisa kelas elite dan kelas bawah, yang pada akhirnya vis a vis.
Arah politik dunia menuju despotisme ini gelagatnya sudah terlihat. Banyak pandangan yang menyebut bahwa despotisme adalah lanjutan dari skema kapitalisme. Tapi ada juga yang yang mengatakan kapitalisme dan despotisme adalah dua hal berbeda yang sekarang menyatu.
Despotisme sendiri adalah bentuk pemerintahan dengan satu penguasa, baik individual maupun oligarki. Dalam artian begini, despotisme adalah perwujudan berkuasa dengan kekuasaan politik yang absolut.
Despotisme juga bisa diartikan sebagai tiran, dominasi yang menggunakan ancaman hukuman dan kekerasan guna mempertahankan kekuasaan.
Menurut Montesquieu, beda despotisme dengan monarki. Jika monarki penguasa pemerintahan dengan hukum yang ada, sedangkan despotisme penguasa memerintah dengan keinginannya sendiri.
Seperti skema-skema dunia, bahwa negara-negara maju akan selalu berpikir efisien untuk menguasai negara-negara berkembang.
Dengan mengarahkan ke despotisme maka disinilah sebenarnya penghancuran “kelas-kelas menengah.” Meskipun Karl Max sendiri sebenarnya mengatakan, “genosida” kelas menengah, justru akan manghancurkan kapitalisme itu sendiri, ibarat kata, kapitalisme tengah menggali kuburnya.
Entahlah, tapi jika arahnya memang benar demikian (ke despotisme), maka akan banyak muncul perlawanan atau pergolakan sosial, karena kelas elite dan kelas bawah berhadapan langsung.
Pergolakan sosial yang marak tadi, akan menguntungkan negara-negara maju untuk mengambil peluang (di tengah pergolakan) menguasai faktor-faktor produksi maupun kekayaan alam negara-negara berkembang, sebuah skenario menjajah dengan biaya irit.
Begini, despotisme mengajak kita semua kembali ke era perbudakan. Beberapa ciri-ciri despotisme adalah, sistem kontrak kerja, lagi-lagi pekerja sebatas alat produksi (budak), dan ciri baru kita temukan baru-baru ini adalah, politik “gentong babi” pada pilpres 2024.
Apa itu politik “gentong babi”, pastinya masih berkaitan dengan era perbudakan dan despotisme. Ini hanya pandangan subjektif.