Gus Dur: Presiden itu orang gila!

Gus Dur tertawa ngakak sambil menjawab, “presiden iu dadi peresani wong edan (presiden itu orang gila).

Sonny Majid
image

Gus Dur seperti berjuang sendiri menghadapi badai politik yang sedang menerpanya, tanpa bantuan siapa pun kecuali moral politik yang dia pegang teguh. Bukannya tidak ada sahabat seperjuangan yang membantunya, atau partai politik yang mendukungnya, apalagi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), partai yang dia dirikan.

Gus Dur tidak mentolerir pemikiran-pemikiran dan pendapat yang menyimpang seperti usulan yang dibangun atas dasar pragmatisme politik mengenai formasi dan pembagian menteri harus disusun, tetapi tidak untuk pembagian kewenangan. Sebab hal demikian, bagi Gus Dur menyangkut hal prinsip, yakni konstitusi, yang dengan seketika akan mengoyak pondasi demokrasi yang kini sedang dibangun oleh gerakan reformasi.

Seorang intelektual, sahabat Gus Dur yang baru saja bertemu karena beliau baru saja dipanggil, menceritakan kala itu bahwa Gus Dur masih ragu dan belum menandatangani Dekrit. “Gus Dur masih bimbang” kata intelektual itu. Sahabat intelektual itu mengatakan kepada Gus Dur “kalau ragu Gus jangan dilakukan, ada hadist tinggalkanlah yang meragukanmu, lalu ambillah yang tidak meragukanmu. Maaf Gus, saya tidak menggurui, hanya mengingatkan barangkali lupa karena jadi presiden,” ujarnya. Gus Dur tertawa ngakak sambil menjawab, “presiden iu dadi peresani wong edan (presiden itu orang gila).

Ada seorang pengurus suatu partai Islam yang bertamu ke kantor Bakin bertiga dengan rekannya, keceplosan ngomong “Kalau presiden jatuh, NU dan PKB nasibnya sama dengan Masyumi dan PKI.” “Awas hati-hati berbicara, karena saya NU yang tidak pernah memberontak seperti kalian bertiga.” Mereka kembali tertawa.

Seorang utusan sebuah yayasan yang berpengaruh di Amerika Serikat (AS), sebut saja Mr YM datang menemui. Yayasan ini kabarnya aktif menyelesaikan upaya perdamaian di Palestina, diana Gus Dur sudah menjalin lama dengan beberapa pihak yang terlibat dalam konflik Palestina, untuk mengupayakan jalan damai. Gus Dur membangun relasi dengan Simon Perez (PM Israel), Yaser Arafat Ketua PLO/Al Fatah, dan Khalid Mishal (Ketua Hamas).

Mr YM ini diketahui ingin membantu evakuasi Gus Dur ketika tumbang dari kursi presiden. “Karena itulah saya diutus untuk mempersiapkan evakuasi Presiden Abdurrahman Wahid ke John Hopkins University Hospital di Baltimore AS, dengan alasan untuk menjalani perawatan kesehatan sampai sembuh, termasuk kesehatan mata,” tegas Mr YM.

Lantas apa kepentingan AS? Mr YM katakan “Kami ingin Abdurrahman Wahid sebagai presiden, meskipun hanya secara formal atau sekadar simbol. Indonesia adalah negara Muslim terbesar yang sedang berjuang menjadi negara demokrasi yang utuh, dan kalau berhasil akan menjadi negara demokrasi negara Muslim terbesar di dunia. Keberhasilan akan berpengaruh terhadap negara-negara Islam lainnya,” Mr YM menjelaskan.

“Sama besar pengaruhnya Presiden Sukarno yang memimpin proses dekolonisasi melalui Konferensi Asia Afrika di Bandung, dan Presiden Abdurrahman Wahid telah melakukan hal-hal prinsipil yang menjadi landasan masa depan demokrasi Indonesia,” Mr YM menambahkan.

Malam 22 Juli 2001 terasa Panjang. Di istana negara Gus Dur mengadakan pertemuan dengan tujuh kyai sepuh. Pertemuan yang berlangsung hikmat, Gus Dur meminta maaf kepada para kyai sepuh, karena tidak menginfokan situasi politik yang dihadapinya. Sementara di parlemen datang laporan yang memastikan sidang istimewa MPR dipercepat. Malam tanggal 23 Juli 2001 Gus Dur akhirnya mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membubarkan MPR, bersamaan MPR memakzulkan Presiden Gus Dur melalui sidang istimewa.

Tragedi ini menggambarkan gagalnya pencapaian diplomasi (diplomatis) sebagai jalan dan basis alamiah politik, dan saat itu, tanpa bantuan kyai-kyai tidak mungkin arus massa pendukung Gus Dur bisa diademkan. Kekuatan ketaatan spiritual warga NU itulah yang mengubah kekerasan menjadi praktik spiritualis. (Bagian-2)

(Sumber: Menukil buku “Perjalanan Intelijen Santri” ditulis As’ad Said Ali).

Baca Juga Artikel Lainnya

Lihat semua →