Mimpi Zionis menjadi Israel Raya
Israel Raya tak lain bagian kebijakan luar negeri AS dengan memorak-porandakan kawasan Timur Tengah, di bawah pengaruh Israel melalui lobi AS.
Ada orang yang meraih kekuasaan untuk mencari kekayaan. Kadang sebaliknya, orang yang kaya cenderung berhasrat berkuasa. Jika keduanya bertemu maka itulah yang banyak orang katakan sebagai plutokrasi, asal kata Yunani, plautos (kekayaan), kratos (kekuasaan).
Sebuah fenomena dimana setiap rezim dikendalikan konglomerasi, sistem pemerintahan berbasis kekuasaan oleh segelintir orang. Biasanya jika pemimpin yang berlatarbelakang pengusaha pemikirannya realistis dan bila perlu ikut mengatur mekanisme pasar, bicaranya untung rugi. Penguasa yang pengusaha dipastikan mengambil posisi ganda antara kekuasaan dan kekayaan.
Peran ganda itu masih dipraktikkan oleh siapapun Presiden Amerika Serikat (AS) atas Palestina, sekalian ujicoba dari bisnis senjata. Palestina diibaratkan sebagai “laboratorium hidup.”
Apapun itu Zionis selalu memimpikan “Israel Raya” sebagai harga diri. Rangkaian konflik di Timur Tengah tidak berdiri sendiri. Lihat saja penggulingan pemimpin Libya, Moammar Khadafi, kemudian Irak, Saddam Husein, perang di Suriah, Yaman dan lainnya, menyasar sekarang Iran. Khusus Venezuela itu lain cerita.
Pasca-Saddam Husein, terbentuklah ISIS (Islamic State Iraq Syiria) sebagai skema konflik berbasis Mazhab. Setelah ISIS menguasai wilayah kantong-kantong minyak, “anjing penyalak” dibasmi. Minyak-minyak diambil alih, kemudian dibagi kepada konglomerasi yang menguasai pasar gelap.
Di Yaman, alasannya memerangi al-Houthi, milisi bersenjata yang menguasai Teluk Aden. Teluk Aden merupakan perairan pengangkutan minyak menuju Red Sea-Laut Merah. al-Houthi dijadikan alasan untuk menggempur Yaman.
Mimpi Israel Raya tak lain bagian kebijakan luar negeri AS dengan memorak-porandakan kawasan Timur Tengah, dibawah pengaruh Israel melalui lobi AS.
Banyak penggiat menyebutkan Israel Raya adalah wilayah sepanjang Lembah Nil sampai Efrat, meliputi Palestina, Lebanon Selatan, Sidon, Sungai Litani, dataran tinggi Golan Syiria, Hauran, Deraa, Amman, Yordania hingga Teluk Aqaba. Ditambah lagi Sungai Nil bagian barat sampai Sungai Efrat yang melintasi Palestina, Suriah Barat, Lebanon dan Turki Selatan. Kawasan yang diyakini sebagai “tanah yang dijanjikan.”